Pentingnya Kesadaran Akan Netiket Saat Berinternet

Berinteraksi di dunia maya (internet) sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Apalagi, kini, teknologi komunikasi suara sudah menyatu dengan teknologi komunikasi data.  Kita sudah bisa mengakses data di manapun kita berada selama masih terhubung dengan jaringan. Mengakses informasi yang diinginkan tidak perlu lagi repot-repot mesti menyambungkan perangkat ke kabel (jaringan atau kabel power) terlebih dahulu. Internet akan berkembang terus dan akan semakin mudah diakses.

Dengan manfaat yang sangat besar ini, sangat disarankan untuk saling berbagi berbagai hal yang bermanfaat. Membagi hal yang bermanfaat tidak akan pernah merugikan kita. Justru dari situlah kualitas diri kita terlihat. Dari berbagi pula kita bisa mengetahui kelebihan dan kekurangan diri sehingga dapat mengetahui mana yang mesti diperbaiki dan mana yang mesti ditingkatkan.

Segala yang disampaikan di internet bisa terakses siapapun yang bisa mengaksesnya dan akan terus terekam dalam data base terkait yang bisa dijadikan barang bukti pelanggaran hukum di dunia maya jika kita melakukannya. Ini berbeda dengan dunia nyata: apa yang kita ucapkan hanya didengar oleh yang berada di sekitar kita. Kalaupun tersebar, hanya melalui desas-desus.

Kasus-kasus yang terjadi di dunia maya membuat kita tersadarkan bahwa kita harus ekstra hati-hati dalam berinteraksi di internet. Sedikit yang tau tentang adanya aturan yang mengatur bagaimana etika beinteraksi di internet. Etika ini dibuat oleh komunitas masyarakat internasional yang terdiri dari perancang jaringan, operator, penjual, dan peneliti yang terkait dengan evolusi arsitektur dan pengoperasian internet, yaitu The Internet Engineering Task Force (IETF). Di indonesia, netiket diadaptasi menjadi Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Prinsip-prinsip dalam netiket adalah, pertama, senantiasa menjaga kehormatan diri. Hindari perilaku yang tidak pantas di dalam berinternet meskipun kita tidak dikenal. Kedua, ingatlah bahwa kita berinteraksi dengan manusia yang memiliki akal, budi, dan rasa. Tunjukkan budi terbaik kita karena hukum yang berlaku di dunia nyata juga berlaku di dunia maya. Ketiga, hargai waktu dan bandwith orang lain. Jangan sekali-kali memposting file berukuran besar yang membuat loading internet kawan kita menjadi berat karena terbatasnya bandwith dan sinyal mereka.

Keempat, jangan terdorong untuk selalu kontroversial. Kecenderungan untuk selalu kontroversial malah memberi image yang kurang baik karena apa yang diungkapkan hanya berdasar emosi semata, bukan berdasar ilmu, data, dan fakta yang ada di lapangan. Maka, lebih baik tidak usah menyampaikan opini di internet jika belum disertai data dan fakta yang akurat.

Kelima, hindari anak-anak dari informasi yang tidak sesuai dengannya. Banyak orang tua yang memberikan gadget untuk anaknya dengan alasan agar sang anak tidak merasa rendah diri ketika bergaul dengan temannya. Padahal, tanpa disadari, mereka telah menjerumuskan anaknya dalam masalah besar karena membebaskan mereka mengakses segala informasi yang tidak dipahami dan belum pada waktunya. Iklan-iklan berupa pop-up atau berkenalan dengan orang yang tidak dikenal di situs pertemanan merupakan awal bencana segala permasalahan anak di internet. Anak penasaran dengan iklan-iklan yang sering muncul, lalu mereka pun mengakses hal yang tidak pantas. Dari sinilah pelanggaran asusila pada anak dimulai.

Oleh karena itu, orang tua mesti melakukan kontrol terhadap akses internet anaknya. Sedapat mungkin letakkan komputer di ruang tengah yang dapat terpantau. Internet dapat juga diakses menggunakan ponsel tertentu, maka usahakan dapat mengecek penggunaan internet melalui ponsel anak Anda. Pasang dan aktifkan aplikasi pencegah konten yang tidak dikehendaki (anti virus, anti malware, anti spyware, anti spam, anti adware, dll) di komputer. Pasang dan aktifkan aplikasi Parental Control di komputer. Aplikasi ini dapat diunduh secara gratis dan dapat membatasi serta mengawasi penggunaan internet oleh anak Anda.Buat aturan penggunaan internet untuk anak Anda dan lakukan komunikasi berkelanjutan dengan baik.

IETF membagi komunikasi di internet menjadi dua bagian: one to one communication (contoh: email) dan one to many communication (contoh: newsgroup). Untuk one to one communication, pertama, gunakanlah kata-kata yang sopan. Kedua, hati-hati menggunakan huruf kapital. Sering kali kita ingin menegaskan suatu kata, tapi tidak bisa ditebalkan atau diberi garis bawah, maka banyak yang menggantinya dengan menggunakan huruf kapital sebagai penegasan. Namun jangan sesekali menggunakan huruf kapital pada seluruh kalimatnya. Selain tidak enak dilihat, ini juga mengindikasikan marah atau berteriak.

Ketiga, jangan lupa untuk selalu mencantumkan referensi saat membuat kutipan. Sebab jika dilakukan pengecekan, maka kita akan termasuk kategori plagiat yangjustru merusak kredibilitas kita. Keempat, jangan membicarakan orang lain meskipun hanya komunikasi personal. Fasilitas forward mengizinkan apa yang kita bicarakan untuk sampai pada orang tersebut.  Apalagi sekarang sudah banyak aplikasi screenshot yang mang-capture segala ucapan dan perilaku kita di internet.

Untuk one to many communication, pelajari dahulu lingkungan newsgroup tersebut sebelum memulai posting yang pertama. Tiap newsgroup memliki anggota dan budaya yang berbeda, cobalah untuk menyesuaikan diri dahulu.  Kedua, agar pembaca tidak dipusingkan, buatlah subject line sesuai aturan yang disepakati di newsgroup tersebut.

Ketiga, perhatikan  benar  isi  dan  tujuan  newsgroup dan  hindari  mengirim  pesan  yang tidak berhubungan. Jangan posting iklan karena dapat mengganggu diskusi dalam newsgroup kecuali jika diperbolehkan. Tidak etis melakukan posting berbau seksual dan rasialis. Hal ini masuk kategori pelanggaran berinternet kategori illegal content. Hindari mengirim pesan yang bersifat pribadi atau hanya relevan untuk beberapa anggota. Lebih baik buat forum khusus yang hanya melibatkan orang yang diajak bicara agar anggota lain dalam grup tersebut tidak merasa disisihkan.

Keempat, ingatlah selalu bahwa anggota di newsgroup tersebut memiliki latar belakang dan budaya yang berbeda-beda. Interaksi yang tanpa tatap muka langsung membuat kita tidak tau bagaimana reaksi lawan bicara kita. Ini yang menyebabkan sering adanya friksi di antara anggota newsgroup. Jangan sekali-kali menyalahkan moderator/administrator terkait perilaku anggota. namun sebaiknya perselisihan diselesaikan secara pribadi saja, bukan di newsgroup.

Intinya, dalam berinteraksi di dunia maya, tetaplah berpedoman pada etika di dunia nyata. Internet bukanlah tempat melampiaskan emosi di dunia nyata. Justru sebaliknya, apa-apa yang tidak pantas di dunia nyata, janganlah dilakukan di dunia maya.

Sumber: ictwatch.com, insan.or.id

Iklan

Tentang syamhais

Instruktur TIK Kemenaker RI; Psychoanalys
Pos ini dipublikasikan di Interaksi dan Komunikasi, internet dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Pentingnya Kesadaran Akan Netiket Saat Berinternet

  1. Ping balik: Penyebab Perangkat Mobile Sering Tidak Dapat Sinyal | Syamhais

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s