Stigma Bid’ah Memecah-belah Ummat

Menyempurnakan Kemalasan Ibadah Kepada-Nya

Sejak era reformasi yang membuka keran-keran informasi memang gejolak ibadah banyak terjadi di mana-mana. Informasi-informasi inilah yang menjadi sarana menyampaikan kebenaran menurut masing-masing pihak. Di tengah-tengah gejolak dan semangat keislaman itu, banyak orang mudah sekali membidahkan kegiatan keagamaan yang sudah lama berjalan. Ketenangan kehidupan beragama pun terganggu.

Saya di sini tidak membahas apa saja ibadah yang di bid’ahkan dan apa sanggahannya sehingga sekarang masih banyak bahkan makin subur. Hal itu silakan googling saja, karena bertebaran di laman-laman internet.

Walhasil, masyarakat yang sedang giat ibadah akhirnya membatasi ibadahnya. Mereka pun beralih ke perbuatan-perbuatan yang hanya menghabiskan waktu dan justru menjadi maksiat. Nonton tv yang sudah didominasi adegan yang tidak mengindahkan etika dan sopan-santun, film-film yang menyesatkan pikiran yang justru berakibat makin terkikisnya moral anak bangsa akibat pengaruh buruk tontonan.

Sadarkah mereka, pelanggaran-pelanggaran kegiatan keagamaan dan berbagai ibadah dengan alasan bid’ah ini malah merusak moral ummat? Tapi, ketika datang masalah pada keluarga dan kerabatnya, mereka justru menyalahkan media dan sistem pendidikan. Sama sekali tidak melihat pada diri sendiri telah mempermudah ummat Islam jauh dari agamanya dan mendekati kemaksiatan.

Mendengarkan musik jahiliyyah, atau nonton konser dianggap wajar-wajar saja. Bagi mereka, lebih baik menghabiskan waktu begitu saja ketimbang mengenal lebih dekat siapa Nabi Saw dan keluraganya melalui maulid, menyelami indahnya kata perkata Doa Qunut. Bahkan banyak yang menjadikan hal-hal tersebut sebagai sarana ibadah mereka seperti acara konser atau hiburan yang diselingi tausiyah dari para ustad. Bukankah ini juga bid’ah karena di zaman Rasulullah Saw tidak ada?

Tidak Melakukan Check and Balance

Mereka menuduh bid’ah hanya berbekal ilmu yang ia dapat baik dari buku bacaan, guru, ataupun lingkungan pergaulannya. Mereka tidak mau melakukan melakukan cek ulang ke sumbernya langsung mengapa hal tersebut dilakukan. Kalaupun belum paham banyak dan tidak setuju, lebih baik diam. Jangan mempengaruhi orang dengan pendapatmu yang merasa benar tapi tidak menyadari telah membantu Yahudi memecah belah Islam.

Mereka membatasi lingkungan pengajiannya hanya untuk jamaahnya saja. Hey, bukankah ini bid’ah karena Rasulullah mengajarkannya dakwah terang-terangan? Mereka menggunakan internet sebagai sarana dakwahnya padahal rasulullah tidak menggunakan internet. Aduhai, banyak anomali dalam ketetapan yang kalian buat.

Sukses Mendukung Program Yahudi

Orang-orang yang suka membid’ahkan ritual keagamaan yang dilakukan saudaranya sendiri tanpa sadar telah melakukan perpecahan umat yang mengatasnamakan kebenaran.  Bagi mereka pelaku bid’ah lebih buruk daripada pelaku maksiat. Makanya mereka sangat keras memusuhi pelaku bid’ah.

Misi orang-orang yang ingin memecahkan dan menjauhkan umat islam dari ajaran Islam pun berhasil. Yahudi tidak susah-susah lagi melakukan permusuhan langsung terhadap Islam. Wong umat Islamnya sudah memecahkan dirinya sendiri. Naudzubillahi min dzaalik.  

Sayyidina Umar bin Khattab Juga Melakukan Bid’ah

Bagaimana pendapat para pencap bid’ah terhadap Sayyidina Umar bin Khattab? Saat beliau menjadi khalifah ummat islam, beliau melakukan pembukuan Al-Quran. Sayyidina Umar Ra dikenal sebagai sahabat Nabi Muhammad Saw yang terkenal akan kezuhudannya. Beliau sangat hati-hati dalam bertindak, terutama yang terkait maslahat ummat.

Sayyidina Umar Ra mengakui bahwa beliau telah melakukan bid’ah, tapi bid’ah hasanah (yang baik). Yang dilarang itu bid’ah dholalah (yang tidak baik). Bid’ah sendiri adalah kata dalam bahasa arab yang berarti hal-hal yang baru. Bagaimana mungkin kita bertahan dengan gaya hidup lama sementara berbagai fasilitas baru semakin menyeruak?

Sayyidina Umar bin Khattab mendapat gelar Al-Faruq (pembeda) karena pendapat beliau yang selalu berbeda tapi yang paling mendekati Al-Quran. Jadi biasanya ada suatu momen ketika salah seorang sahabat bertanya tentang suatu masalah, lalu Rasulullah Saw melempar dahulu jawabannya kepada para sahabat sebelum menjawabnya langsung sambil menunggu diturunkannya ayat tentang masalah tersebut. Ayat Quran turun sesuai dengan kondisi yang sedang terjadi (Asbabun Nuzul). Tidak lama kemudian turunlah ayat yang biasanya paling mendekati pendapat Sayyidina Umar Ra. Apakah kita masih meragukan orang yang pendapatnya paling dekat dengan Al-Quran?

Zaman Rasulullah Saw hidup tidak ada Al-Quran yang dibukukan seperti sekarang ini. Apalagi sampai ada terjemahannya. Zaman Rasulullah Saw Quran masih berupa suhuf (lembaran-lembaran) yang ditulis di atas pelepah kurma.

Jika benar-benar mau konsisten mengikuti Nabi, jangan lagi membaca Qur’an yang dibukukan apalagi sampai ada terjemahannya. Apalagi sampai ada warna-warna tertentu untuk tajwid-tajwidnya. Jika ingin konsisten mengikuti Nabi Saw, gunakan suhuf yang ditulis di atas pelepah kurma. Jika benar-benar mau konsisten mengikuti Nabi Saw, berati tidak mengikuti Sayyidina Umar Ra sebagai salah satu sahabat Nabi Saw, seperti yang dilakukan Syiah.

Maulid Meningkatkan Gairah Islam

Peringatan maulid Nabi Saw pun ada sejarahnya. Bermula pada zaman tabiin tabiatt (generasi setelah pengikutnya pengikut para sahabat) yang mengalami kekendoran semangat penegakan perjuangan Islam sehingga banyak negeri-negeri Islam yang direbut nonmuslim seperti Spanyol dan Turki. Kemudian diinisiasikanlah pembacaan-pembacaan tentang keagungan, keluhuran budi pekerti, serta perjuangan Nabi Muhammad Saw dalam melakukan dakwah Islam. Dari sini kemudian ghirah perjuangan umat Islam bangkit kembali dan kemenangan-demi kemenangan dapat diraih kembali.

Bagaimana dengan kebiasaan kita yang sering mengadakan milad partai padahal telah menolak peringatan kelahiran nabi Muhammad Saw (maulid). Apakah ini sama saja kita telah melakukan bid’ah? Bahkan lebih mengutamakan partai untuk diperingati kelahirannya sambil mengajak umat Islam mengabaikan kelahiran nabinya?

Dalam salah satu haditsnya, disebutkan bahwa Nabi Saw melakukan peringatan hari lahirnya dengan berpuasa pada hari senin. Jika ada yang mengatakan Nabi Saw melarang maulid, itu semata karena beliau tidak mau terlalu dikultuskan seperti umat kristen mengkultuskan Nabi Isa As. Jadi, selama masih dalam koridornya alias tidak sampai mengkultuskan Rasulullah Saw, sah-sah saja merayakan maulid Nabi Saw.

Maulid bid’ah jika tidak terhijab antara laki-laki dan perempuan. Bahkan banyak orany yang menjadikan maulid, pengajian, dan acara keagamaan lainnya sering dijadikan ajang mencari jodoh.  Banyak pula yang seusai acara tersebut langsung berpacaran di lokasi. Dari tindakannya terlihat, acara keagamaan dijadikan ajang maksiat oleh pelaku-pelakunya.

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (Q.S: Ali-Imran:103)

Iklan

Tentang syamhais

Instruktur TIK Kemenaker RI; Psychoanalys
Pos ini dipublikasikan di Agama dan Ummatnya dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Stigma Bid’ah Memecah-belah Ummat

  1. syamhais berkata:

    Ada seorang teman yg suka membid’ah kan doa Qunut. Dia bicara spt ini saat kami sedang bicara 4 mata. Kalo dia tdk bicara langsung ke saya, saya tdk akan tanggapi.
    Kebetulan dia orang pesantren. Karena saya cukup tau pola pikir org pesantren, maka saya ajak dia bicara dg gaya pesantren.
    “Shalat itu intinya apa?”, tanya saya
    “Doa” Jawabnya
    Yes, I get the point
    Saya tanya lagi, “Qunut termasuk doa atau bukan?”
    Kelimpungan dia, tak bisa menjawab

    Suka

  2. Ping balik: Berhenti Merayakan Perbedaan | Syamhais

  3. Ping balik: Langgam Jawa, Siapakah Gurunya? | Syamhais

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s