Jawa Tengah Wilayah yang Komplit

Jawa tengah adalah wilayah yang komplit. Daerah ini banyak menyuguhkan spot wisata. Mulai dari wisata budaya, sejarah, wisata alam dan sejarah, hingga wisata alam yang masih alami dan bersih. Kini, di Jawa Tengah juga banyak ditemukan beragam area wisata baru terutama pantai dan pegunungan. Jawa Tengah memang kaya. Berikut beberapa area wisata yang sempat saya kunjungi di Jawa Tengah.

 

Wisata Sejarah dan Budaya, Ziarah di Pegunungan

Jawa tengah dikenal sebagai daerah yang kaya akan budayanya. Ini bisa terlihat dari masih diterapkannya sistem pemerintahan kesultanan seperti di Jogjakarta dan Surakarta. Sistem kesultanan Islam khas Jawa yang masih mengadopsi mistisme budaya setempat. Keris, benda-benda pusaka, dan pembersihan kereta kencana dimandikan di bulan Suro di tiap tahunnya. Sistem pembangunan kraton Jogjakarta penuh dengan filosofi mistisme islami.

Selain itu, banyak pula wisata sejarah lainnya yang menarik untuk dikunjungi. Seperti Candi Cetho dan Candi Kethek di Karanganyar, Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Candi Plaosan di Klaten, dan Wisata Air Taman Sari di Yogyakarta. Berikut beberapa wisata budaya yang sempat saya kunjungi.

 

Kraton Jogjakarta

dsc_3474

Pintu masuk Kraton Yogyakarta. Sumber: doc.pribadi

Kraton Jogyakarta terletak di selatan alun-alun kota Jogjakarta yang yang menghubungkan secara imajiner Pantai Parangtritis dan Gunung Merapi. Bisa dibilang, ini adalah museum hidup karena juga sebagai tempat tinggal keluarga raja Jogja.

Di sini, ada peninggalan mobil Sultan Hamengkubuwono IX yang sempat menjabat sebagai wakil presiden. Bersebelahan dengannya, ada kereta kencana yang rutin dimandikan pada malam-malam tertentu.

dsc_3484

Mobil yang digunakan saat Sultan Hamengkubuwono IX menjabat sebagai Wakil Presiden RI. Sumber: doc.pribadi

Bangunan Kraton Jogjakarta memiliki nilai filosofis islami yang begitu dalam maknanya. Arsitektur kraton menggambarkan hubungan sufisme dengan syariat, dan anak-turun tangga insan kamil[1].

dsc_3478

Salah satu kereta kencana di Kraton Yogyakarta. Sumber: Doc. pribadi

 

Kraton Surakarta

Terletak di Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, di pusat kota Surakarta, Jawa Tengah, Kraton Surakarta Hadiningrat (Surakarta Hadiningrat Royal Palace) merupakan istana resmi Kasunanan Surakarta. Kraton Surakarta didirikan oleh Sri Susuhunan Pakubuwono II[2].

Memasuki Kraton Surakarta, disambut oleh penjaga gerbang berseragam. Kita bisa bebas berfoto dengan mereka. Tapi setelah itu, jangan lupa untuk berikan tips secukupnya.

dsc_3814

Berfoto bersama penjaga gerbang Kraton Surakarta. Sumber:Doc.pribadi

 

Masuk ke dalam harus melepas alas kaki jika alas kaki yang kita pakai tidak tertutup. Depan pendopo dikelilingi pasir dan pepohonan.

dsc_3820

Koridor dalam Kraton Surakarta. Sumber: doc.pribadi

 

dsc_3835

Berfoto di ruang dalam Kraton Surakarta. Sumber: doc.pribadi

 

dsc_3853

Pendopo Kraton Surakarta. Sumber: doc.pribadi

 

Komplek Makam Astana Giribangun

Makam Mantan Presiden Soeharto dan Ibu Tien Soeharto juga di Jawa Tengah. Tepatnya di komplek pemakaman Astana Giribangun, Karang Anyar. Para orang tua mereka juga dimakamkan di sana.

dsc_3397

Komplek makam Astana Giribangun. Sumber: doc.pribadi

 

Tidak seperti kebanyakan makam, Astana Giribangun memiliki hawa yang sangat meneduhkan. Tidak ada rasa takut ketika memasuki area pemakaman ini. Padahal saat saya kunjungi sudah malam dan hanya ditemani penjaga makamnya.

dsc_3352

Suasana makam semakin sejuk dengan adanya masjid di depannya. Sumber: doc.pribadi

Saya pun menyempatkan diri membaca Yasin di hadapan makam Mantan Presiden Republik Indonesia kedua ini. Sungguh senang rasanya bisa berziarah ke makam mantan orang nomor satu di negeri ini. Ada rasa haru campur syahdu karena tidak menyangka perjalanan wisata saya bisa sampai ke tempat peristirahatan beliau.

dsc_3380

 

 

 

 

 

Candi Cetho, Karanganyar

Candi berasitektur Hindu ini berlokasi di lereng Gunung Lawu, Jawa Tengah. Posisi Candi Cetho lebih tinggi dari pegunungan sekitarnya. Hawa pegunungan yang dingin membuat suasana Candi Cetho begitu syahdu dan tenang. Makin ke puncak, berarti makin menuju dalam area candi. Di sini juga diwajibkan memakai kain bermotif catur (kotak-kotak hitam-putih).

dsc_3270

Pemandangan ini diambil dari pintu masuk Candi Cetho. Sumber:doc.pribadi

dsc_3274

Memasuki Candi Cetho. Sumber: doc.pribadi

dsc_3233

Setelah membayar tiket masuk, diharuskan memakai kain sarung kotak-kotak hitam-putih. Sumber: doc.pribadi

 

 

 

Candi Kethek, Karanganyar

Bersebelahan dengan Candi Cetho, ada Candi Kethek. Di sini ada Sendang Puri Saraswati. Di sini kita juga diwajibkan melepas alas kaki untuk menunjukkan rasa kesopanan. Air di sekitarnya yang berad dalam kolam melingkar di bawahnya cukup bersih dan sering digunakan untuk menyucikan diri untuk sembahyang[3].

dsc_3312

Sendang Puri Saraswati. Sumber: doc.pribadi

 

Dalam Agama Hindu, Saraswati adalah Dewi Ilmu Pengetahuan. Hari Raya Saraswati diperingatkan tiap 210 hari. Saat di Bali, saya berkesempatan merasakan perayaan Hari Raya Saraswati. Tidak dengan megah, tapi justru diperingati dalam sunyi dan syahdu dengan mengupacarakan buku sebagai sumber ilmu pengetahuan.

 

Dalam perjalanan menuju Candi Cetho dan Candi Kethek ini kami disajikan pemandangan alam yang luar biasa tentang kehidupan di pegunungan. Mulai dari berpetak-petak sawah yang beraneka ragam. Hingga rumah yang dibangun di pegunungan.

dsc_3334

Pemandangan perjalanan menuju Candi Plaosan. Rumah-rumah dan sawah-sawah di pegunungan. Sumber: doc.pribadi

 

 

dsc_3341

Kebun teh di pegunungan dalam perjalanan menuju Candi Cetho. Sumber:doc.pribadi

 

Candi Plaosan, Klaten

Terletak di daerah Klaten, Candi Plaosan berdekatan dengan Candi Prambanan. Candi Plaosan terbagi menjadi dua, Plaosan Lor dan Kidul. Di sekitar candi banyak batu yang mengelilingi bangunan candi dan pinggiran luar komplek Candi Plaosan. Di baliknya, kita bisa menikmati pemandangan indahnya Gunung Merapi.

dsc_3419

Salah satu sisi Candi Plaosan. Sumber: doc.pribadi

dsc_3451

Sisi lain Candi Plaosan. Sumber: doc.pribadi

dsc_3449

Gunung Merapi terlihat dari Candi Plaosan. Sumber: doc.pribadi

dsc_3447

Berfoto di salah satu bagian Candi Plaosan. Sumber: doc.pribadi

 

 

 

 

 

 

Candi Borobudur

Akhirnya, sampai juga saya pada candi Budha terbesar di Asia tenggara, Candi Borobudur. Candi Borobudur juga terkenal akan sunset-nya yang sangat indah. Sayangnya, karena saya mengunjunginya di siang hari, saya tidak berkesempatan mendapatkan sunset ataupun sunrise di sana.

dsc_3688

Menuju Candi Borobudur. Sumber: doc.pribadi

dsc_3731

Berfoto di salah satu sisi Candi Borobudur. Sumber: doc.pribadi

dsc_3774

Berfoto di salah satu sisi Candi Borobudur. Sumber: doc.pribadi

 

 

 

 

Istana Air Taman Sari, Yogyakarta

Istana Air Taman Sari dibangun untuk menghormati istri sultan yang telah membantu saat peperangan. Istana ini terdiri atas kolam besar berisi air untuk pemandian keluarga Sultan. Meski bangunannya sudah tua, tapi masih bersih dan asri. Bahkan gemericik airnya sangat menggoda untuk merasakannya.

dsc_3486

Kolam Pemandian Istana Air Taman Sari. Sumber: doc.pribadi

dsc_3498

Berfoto di salah satu sisi Istana Air Taman Sari. Sumber: doc.pribadi

 

 

 

Wisata Alam – Pantai

Pantai Parangtritis

Berlokasi tidak terlalu jauh dari pusat kota, Pantai Parangtritis bisa menjadi pilihan wisata bagi yang ingin menikmati wisata pantai tetapi tidak mau terlalu jauh. Dengan pasir pantai berwarna coklat muda, pantai ini bersebelahan dengan Pantai Parangkusumo. Jika berkesempatan, kita akan menyaksikan keindahan sunset di pantai ini.

dsc_0161

Memasuki Pantai Parang Tritis. Sumber: doc.pribadi

dsc_0170

Senja di Parangtritis. Sumber: doc.pribadi

 

 

 

Pantai Ngobaran

Berada di puncak Gunung Kidul, Pantai Ngobaran menyajikan pemandangan indahnya candi di atas pantai.  Di sini kita tidak bisa merasakan ombak pantai. Untuk merasakan ombak pantai, bisa turun sedikit menuju pantai Nguyahan.

dsc_3507

Memasuki Pantai Ngobaran. Sumber:doc.pribadi

dsc_3514

Karang di sekitar Pantai Ngobaran. Sumber: doc.pribadi

dsc_3537

Candi di pinggir pantai Ngobaran. Sumber: doc.pribadi

 

 

 

 

Pantai Nguyahan

Saya ke Pantai Nguyahan ini tepat sesaat setelah sunset. Namun sisa-sisa sunset masih bisa saya abadikan. Di Pantai Nguyahan kita bisa merasakan deburan ombak yang menerpa karang-karangnya. Pasir pantainya lebih bersih dari Pantai Parangtritis karena belum terlalu banyak yang mengunjunginya.

dsc_3555

Memasuki Pantai Nguyahan. Sumber: doc.pribadi

dsc_3556

Pemandangan sesaat setelah sunset di Pantai Nguyahan. Sumber: doc.pribadi

dsc_3572

Karang-karang di Pantai Nguyahan. Sumber: doc.pribadi

dsc_3575

Batu karang di Pantai Nguyahan. Sumber: doc.pribadi

dsc_3588

Pemandangan pesisir Pantai Nguyahan, Gunung Kidul. Sumber: doc.pribadi

Wisata Alam – Gunung

Kaki Gunung Merapi, Kaliurang

Menuju kaliurang, kita disajikan pemandangan Gunung Merapi yang begitu indah. Gunung dengan puncaknya terpapar persis di depan mata. Perjalanan ini benar-benar memanjakan mata. Ditambah lagi dengan sejuknya hawa pegunungan dan bersihnya jalan sekitar.

dsc_0216a

Perjalanan Menuju Wisata Alam Gunung Merapi, Yogyakarta. Sumber: doc.pribadi

dsc_0234

Pemandangan dari Atas Wisata Alam Gunung Merapi. Sumber:doc.pribadi

 

 

 

Ketep Pass

Berlokasi di Desa Ketep, Magelang, Ketep Pass menyajikan indahnya pemandangan pegunungan. Ditambah dengan kabut tipis yang menyelimuti pegunungan di bawahnya.

dsc_3616

Sumber: doc.pribadi

dsc_3636

Pemandangan dari Ketep Pass. Sumber: doc.pribadi

 

 

 

Wisata Sekitar Yogya

Malioboro

Berwisata ke Yogyakarta belum sah rasanya jika tidak ke Malioboro. Siang hari, ramai dengan penjualan beragam merk kaos khas Yogya. Malam hari, kita dimanjakan dengan jajanan pinggir jalan yang beraneka ragam dan murah harganya. Di sepanjang jalan ini juga ramai wisata kuliner yang nikmat rasanya. Saat makan, kita akan dihibur para musisi jalanan khas Yogyakarta.

dsc_0183

Malioboro di Malam Hari. Sumber: doc.pribadi

dsc_0185a

Para Musisi Jalanan di Malioboro. Sumber: doc.pribadi

 

 

 

 

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog Visit Jawa T engah 2016 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa T engah @VisitJawaTengah (www.twitter .com/visitjawatengah)

 

 

 

 

 

 

[1] Woodward, Mark R. Islam Jawa: Kesalehan Normatif Versus Kebatinan. LKIS Yogyakarta

[2] http://www.infobimo.blogspot.co.id/2012/07/kompleks-bangunan-keraton-surakarta.html

 

[3] http://www.myrepro.wordpress.com/2015/10/05/puri-saraswati-karanganyar-jawa-tengah/

Iklan

Tentang syamhais

Instruktur TIK Kemenaker RI; Psychoanalys
Pos ini dipublikasikan di Nasionalisme, Reportase, Tak Berkategori dan tag , , , , . Tandai permalink.

15 Balasan ke Jawa Tengah Wilayah yang Komplit

  1. Anggarani berkata:

    kereta kencana. Wah menarik banget, hihiii… pengen coba naik.

    Banyak tempat bersejarah yang harus dikunjungi di jawa tengah ya, Mba.

    Biar kita makin cinta negara sendiri. Lebih mengenal sejarah yang penuh perjuangan.

    Suka

    • syamhais berkata:

      Wisata kraton emang bikin kita melek banget akan kayanya budaya dan peninggalan sejarah bangsa ini. Saya paling suka ke daerah2 yang ada wisata sejarah dan ziarahnya spt di Jawa Tengah ini

      Suka

  2. novaviolita berkata:

    beneran lengkap wisata jawa tengah..wisata alam, wisata kuliner, wisata buday n sejarah..wisata religi juga… ya… jawa tengah emang keren..

    Suka

  3. Vindy berkata:

    Bagus-bagus destinasi wisatanya, mama saya asli solo tapi kami memang jarang sekali mudik ke kampung halaman. Sekalinya nudik hanya sowan ke keluarga lalu kembali ke Tangerang, krn waktu terbatas.

    Suka

  4. maaf mau koreksi mak,
    kalo Yogyakarta sepengetahuan saya tidak termasuk dalam wilayah provinsi Jawa Tengah, tapi merupakan provinsi sendiri dan statusnya daerah istimewa. atau mungkin maksud jawa tengah disini daerah di Pulau Jawa bagian tengah?

    Suka

  5. emma berkata:

    Postingan ini bikin saya pengen segera angkat ransel deh…hmmm….nice post mbak..:)
    semoga dalam waktu dekat aku bisa ke sana..:)

    Suka

  6. Hastira berkata:

    memang alam indonesia dan budaya dan kearifan lokalnya bikin asyik ya

    Suka

  7. harga office 365 berkata:

    candi & pemandangan pantainya sangat keren mba

    Suka

  8. andyhardiyanti berkata:

    Daerah jawa yang pernah saya datangi baru Jawa Barat euy…eh Jawa Timur juga alias transit di Surabaya aja.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s