BBPLK Bekasi, Membangun Indonesia Melalui Pelatihan Tenaga Kerja

Pembangunan suatu negara tidak hanya meliputi pembangunan fisik saja. Infrastuktur memang diperlukan untuk menghubungi wilayah yang satu dengan yang lainnya. Sudah banyak pembangunan infrastruktur dilakukan di negeri ini. Dan kita pun menikmati berbagia kemudahan dari pembangunan infrastruktur. Mulai dari jalan, jembatan, pelabuhan, bandara, saluran telekomunikasi, hingga sarana-dan prasarana pendidikan.

Namun pembangunan ini hanya akan dinikmati beberapa saat saja jika tidak diimbangi dengan pembangunan Sumber Daya Manusianya (SDM). Banyak perilaku vandalisme[1] terjadi akibat ketidakpahaman masyarakat akan pentingnya merawat fasilitas umum. Masih banyak masyarakat bangsa ini yang tidak memperilakukan fasilitas umum sebagai milik bersama. Bahkan cenderung ingin mengambil keuntungan sendiri dengan merusaknya.

Tidak berhenti di sikap atau yang dikenal dengan soft skill[2], pembangunan SDM suatu bangsa juga harus meliputi pengetahuan dan keterampilan. Dalam dunia pelatihan, ketiganya dikenal sebagai Knowledge, Skill, dan Attitude (KSA)[3].

Pentingnya Pendidikan Vokasi

Pemerintah telah berupaya membangun SDM rakyat Indonesia dengan berbagai cara. Mulai dari pendidikan formal hingga informal. Melalui pendidikan formal, sudah ada program pendidikan gratis 9 tahun, terutama di DKI Jakarta. Pemerintah saat ini sedang memfokuskan pada pendidikan vokasi atau pendidikan yang berfokus pada keterampilan agar menjadi tenaga ahli profesional di bidang teknik atau kesenian[4]. Fokus ini dilakukan karena tingginya permintaan tenaga terampil di dunia industri. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Politeknik menjadi sasaran peningkatan pendidikan vokasi di bidang teknik.

Pendidikan vokasi dianggap penting karena banyaknya lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sarjana yang lama menganggur karena minim keahlian. Dalam sistem pendidikan, SMA memang dipersiapkan untuk memasuki jenjang kuliah. Dan para sarjana pun disiapkan untuk pekerjaan tingkat manajeman. Permasalahannya, sistem rekrutmen tenaga kerja untuk lulusan S1 tidak bisa langsung membuat seseorang di posisi tersebut.

Kenyataannya, masih banyak masyarakat yang menganggap bisa mudah mendapat kerja setelah lulus SMA. Atau, banyak para Sarjana Teknik yang kecewa mendapat pekerjaan yang setara dengan para lulusan Politeknik. Di sinilah terjadi gap antara ketidakpahaman masyarakat dengan jenjang pendidikan yang disediakan pemerintah.

Berdasar data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada 16 September 2016 lalu, terlihat hanya setengah dari para pencari kerja di Indonesia yang menempati pekerjaannya. Dengan lowongan kerja yang tidak memenuhi jumlah para pencari kerja. Sedangkan pengangguran terbanyak ada pada lulusan SMA/SMK.

capture

Data Pencari Kerja Terdaftar, Lowongan Kerja Terdaftar dan penempatan pada 2015. Sumber: bps.go.id

pengangguran-terbuka

Data pengangguran terbuka menurut tingkat pendidikan. Sumber: bps.go.id

Untuk mengatasi gap ini, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) memberikan pelatihan tenaga kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) di tiap daerah di seluruh Indonesia. Tujuannya, agar dapat menjembatani mereka yang kekurangan skill  untuk bekerja. Tapi tidak ada akses baik secara fisik maupun finansial untuk belajar di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) milik swasta. Sehingga, tujuan pembangunan nasional, mencerdaskan kehidupan bangsa dapat tercapai. Sesuai dengan amanat yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945.

Pelatihan di BBPLK Cevest Bekasi

Balai Besar Pelatihan Kerja (BBPLK) Bekasi dikenal juga dengan nama Center for Vocational Extension Service Training (Cevest). Nama ini telah lama diberikan karena sudah lama dikenal sebagai pusat pelatihan tenaga kerja terbesar di Asean. Dalam setiap perkembangannya, BBPLK Bekasi selalu menjadi BLK pionir dalam pelatihan tenaga kerja.

dsc00242

Halaman depan BBPLK Bekasi. Sumber gambar: BBPLK Bekasi

Untuk mengikuti pelatihan di BBPLK Bekasi, calon peserta bisa mendatangi langsung Kios 3in1 BBPLK Bekasi atau mendaftar via online di http://www.kios3in1.net. Lalu kemudian pilihlah BLK yang dituju, dalam hal ini BBPLK Bekasi. Kemudian calon peserta menunggu panggilan untuk orientasi, tes tertulis dan wawancara.

dsc00366

Proses rekrutmen calon peserta pelatihan di BBPLK Bekasi. Sumber gambar: BBPLK Bekasi

Saat orientasi, peserta diberikan form minat dan bakat untuk meyakini mereka atas program pelatihan yang dipilihnya. Agar tidak menyesal di kemudian hari jika ternyata program pelatihan yang diikutinya tidak sesuai dengan minat dan bakat mereka. Setelah mengikuti tes tertulis dan wawancara, mereka tinggal menunggu pengumuman kelulusan. Jaraknya tidak lama dengan waktu dimulainya pelatihan.

infografis-pbk

Infografis Proses Masuk BLK. Sumber: Ditjen Binalattas Kemenaker RI yang dimintakan pada penulis untuk membuatnya

Rata-rata pelatihan di BBPLK Bekasi berlangsung selama 240 Jam Pelajaran (JP). Dengan 8 JP perharinya. Dua ratus jam untuk materi teknis, dan 40 jam untuk materi softskill atau sikap (sikap kerja maupun sikap dalam berkehidupan), pengenalan industri, dan kewirausahaan. Jika ditotal, kurang lebih mencapai 1,5 bulan.

Ada 11 kejuruan yang menyediakan pelatihan bagi para pencari kerja di BBPPLK Bekasi. Kejuruan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Elektronika, Otomotif, Las, Manufaktur, Metodologi, Listrik, Refrigerasi, Bangunan, Bisnis dan Manajemen, serta kejuran Pariwisata. Sebagian kejuruan juga melakukan kerjasama pelatihan bagi pawa pegawai di berbagai industri terkait. Setiap pembukaan pelatihan, selalu dipenuhi dengan para pencari kerja atau mereka yang ingin berwirausaha.

img_2279

Praktik perakitan komputer di Kejuruan TIK. Sumber gambar: BBPLK Bekasi

Improvement:  UJK Gratis dan OJT agar Lebih Siap Kerja

Sejak 2016, pelatihan yang selalu dimulai dengan apel pagi jam 7.00 WIB ini dilanjutkan dengan senam Taisho[5]. Senam ini diadopsi dari Jepang dan bertujuan menyegarkan badan sebelum memulai aktivitas. Namun tidak menguras banyak keringat karena gerakannya halus dan tidak berat. Agar tidak lesu dan tetap bisa konstrasi mengikuti pelatihan. Senam ini juga sebagai modal pembiasaan diri dengan lingkungan kerja di industri yang juga membiasakan senam pagi sebelum mulai bekerja. Siswa juga diberikan snack untuk agar ketika memulai pelajaran perut tidak kosong dan kelaparan yang dapat mengganggu konsentrasi belajarnya.

BBPLK Bekasi terus meningkatkan komitmen atas pelayanan masyarakat para pencari kerja. Untuk membuktikan para peserta pelatihan benar-benar kompeten atau tidak, mereka diberikan Uji Kompetensi (UJK) langsung dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) terkait sesuai kejurannya masing-masing. UJK ini masih dalam rangkaian pelatihan gratis tenaga kerja di BBPLK Bekasi. Disediakan anggaran khusus untuk pelaksanaan UJK ini.

img-20160622-wa0007

Uji kompetensi tertulis di kejuruan Elektronika. Sumber gambar: BBPLK Bekasi

img-20160623-wa0008

Uji kompetensi praktik di kejuruan Listrik. Sumber gambar: BBPLK Bekasi

cymera_20160622_104303

UJK Online di Kejuruan TIK. Sumber: BBPLK Bekasi

img-20161101-wa0028

Contoh Sertifikat Kompetensi. Sumber: Grup WA TIK BBPLK Bekasi

Setelah UJK, dilanjutkan dengan On The Job Training (OJT) di industri. Berhubung program terkait OJT ini masih terbilang baru, maka tidak semua peserta pelatihan bisa disalurkan untuk OJT. Sisanya diharapkan untuk mencari sendiri. Hal ini sering membuat penyerahan sertifikat jadi terhambat karena lamanya mereka mendapatkan OJT. Bahkan beberapa perusahaan ada yang meminta OJT sampai setahun tanpa membayar upah mereka. Hal ini sangat bertentangan dengan hak-hak tenaga kerja.

Kritik dan Saran

Kerjasama dengan industri sudah lama dilakukan pihak BBPLK Bekasi. Namun jumlah peserta pelatihan jauh lebih besar ketimbang industri yang siap menampung OJT. Perkejuruan ada 2-3 program pelatihan, dengan 16 peserta pelatihan di tiap programnya. Jika ditotal, setiap pelatihan, pihak BLK harus mencarikan 528 posisi untuk OJT. Padahal tiap industri maksimal paling banyak menampung 3 orang. Ini merupakan PR BBPLK Bekasi yang lokasinya berdekatan dengan Kawasan industri MM 2000 Cikarang.

img-20161109-wa0028

Kerjasama dengan Iwatani. Sumber gambar: BBPLK Bekasi

Dibanding dengan jumlah siswa yang hendak dilatih, jumlah instruktur pelatihan masih jauh lebih sedikit. Apalagi di tengah pelaksanaan pelatihan banyak instruktur yang mengikuti rapat atau dinas luar atau pengembangan SDM. Tunjangan kinerja yang menggantikan honor instruktur membuat banyak instruktur yang lebih memilih menjadi narasumber di luar ketimbang mengajar di dalam.

Instruktur pelatihan belum memiliki jam wajib mengajar seperti yang telah dimiliki widyaiswara, guru, atau dosen. Padahal dari jam wajib inilah kita bisa memperkirakan siapa-iapa saja  yang bisa diberikan honor atas kelebihan jam mengajarnyaa. Kebalikannya, yang ada adalah jumlah jam mengajar maksimal untuk instruktur. Tunjangan fungsionalnya juga masih sangat jauh dari mereka.

Dari sisi fasilitas, sudah banyak sarana dan prasarana yang musti diperbarui. Terutama untuk komputer multimedia yang sangat membutuhkan spesifikasi komputer dengan layar lebar dan kecepatan tinggi.

Materi pelatihan pun kini sudah tidak bersesuaian dengan kebutuhan industri. Sehingga sering kali peserta bekerja tidak sesuai dengan keterampilan yang mereka dapat selama pelatihan.Bahkan beberapa peserta kesulitan mendapat kerja karena ketidaksesuaian antara materi yang diberikan dengan kebutuhan di industri, minat, dan bakatnya.

Di sisi lain ada yang hanya menjadi pengelem kardus di pabrik hanya karena tingkat pendidikan yang tidak sesuai dengan permintaan industri. Para pencari kerja rata-rata hanya lulusan SMA atau SMK. Padahal mereka sudah dilatih sesuai kebutuhan industri. Dengan keahlian tersebut, industri hanya mau merekrut setingkat D3 atau S1.

Gap rekrutmen antara kebutuhan minimal pendidikan calon tenaga kerja dengan keahliannya menjadi permasalahan tersendiri yang musti diselesaikan. Padahal, perusahaan sebesar Google tidak mensyaratkan pendidikan minimal dalam menerima calon tenaga kerjanya. Yang mereka lihat adalah keahlian dan sikap para calon tenaga kerja.

[1] Perbuatan merusak dan menghancurkan hasil karya seni dan barang berharga lainnya (keindahan alam dan sebagainya. Sumber: http://www.kbbi.web.id/vandalisme

[2] kemampuan di luar kemampuan teknis dan akademis, yang lebih mengutamakan kemampuan intra dan interpersonal (Prastiwi, 2011: 3)

[3] Permenaker 21 Tahun 2014 tentang Pedoman Penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional  Indonesia (KKNI)

[4] http://www.news.okezone.com/read/2016/08/22/65/1470225/yuk-kenalan-dengan-pendidikan-vokasi diakses  pada 10 November 2016

[5]  Ditinjau dari segi bahasa, Taiso secara harfiah diartikan sebagai “gerakan badan”, atau istilah kita sih “senam”. Berasal dari kata “tai” dalam bahasa Jepang yang artinya adalah “badan” dalam bahasa Indonesia; dan kata “sou” yang berarti “gerakan”. Jadi kalau digabung mengandung arti gerakan badan. Sumber: http://www.nichealeia.com/2016/07/taiso-aktivitas-rutin-di-perusahaan-jepang.html

Iklan

Tentang syamhais

Instruktur TIK Kemenaker RI; Psychoanalys
Pos ini dipublikasikan di Nasionalisme, Reportase, Tak Berkategori dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

7 Balasan ke BBPLK Bekasi, Membangun Indonesia Melalui Pelatihan Tenaga Kerja

  1. dewinielsen.com berkata:

    Sukses ya mbak 🙂 Selalu suka lihat anak2 bangsa produktif dan inovatif

    Suka

  2. helni berkata:

    tenaga kerja di negeri ini melimpah, tapi lapangan pekerjaan tak cukup memenuhi permintaan. bila tak diimbangi dengan keahlian yang mumpuni, sulit rasanya utk bisa bersaing. melalui pelatihan2 semacam ini bisa menjadi solusi bagi pencari kerja.

    Suka

  3. Rinrin Rinjaniah berkata:

    Yang belajar banyak juga yah Mba, jadi ingat di kampung saya juga, di Cianjur ada BLK, cuma saya tidak begitu tahu pelatihan yang ada di situ.

    Suka

    • syamhais berkata:

      iya, banyak yang belajar di sini. bahkan harus melalu proses penyaringan dahulu. tiap2 daerah memang punya BLK daerah masing2, dan pelatihannya bergantung pada keunggulan daerahnya

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s